EMOSI Positif atau Negatif untuk meraih Kemerdekaan.,?

kemerdekaan medan motivasiKetika saya diundang sebagai Trainer di salah satu Pelatihan Hypnotherapy., disela-sela acara saya bertanya kepada para peserta pelatihan saya.,

“pak, bu’., kira-kira apa-apa saja sih Emosi Positif,?”

Para peserta Pelatihan pun dengan antusiasnya menjawab :

“kalau Emosi Postif itu Bahagia, senang, gembira, dll”

Lalu saya pun bertanya lagi kepada Peserta Pelatihan

“kalau Emosi Negatif itu apa aja sih.,?

Dengan bersemangat mereka pun menjawab :

“Marah, sedih, susah, gelisah, patah hati,” dan masih banyak lagi yang mereka sebutkan tentang Emosi Negatif.,

Saya sambil tersenyum berkata kepada para Peserta Pelatihan “ternyata bapak ibu, sangat mengenal Emosi Negatif ya.,?

Tiba-tiba seorang peserta mengatakan “ ya kenal pak., Namanya juga sering melakukan., hahaaha”

Pada umumnya jika kita ditanya tentang Emosi positif plus minus jawabannya adalah seperti diatas begitu juga ketika ditanya tentang Emosi negative.,

Namun kali ini Emosi Positif yang saya maksud adalah emosi yang pada tempatnya., sedangkan emosi negative adalah emosi yang tidak pada tempatnya.,

Sebagai contoh :

Dimasa perjuangan untuk melawan penjajahan untuk Menjadikan Indonesia merdeka apakah emosi yg dipergunakan adalah emosi positif seperti yang tersebut diatas.,?

Ternyata emosi yang digunakan adalah “marah”, dengan kemarahan akan kekejaman para penjajah sehingga membakar medan pertempuran yang diakhiri oleh kemerdekaan indonesia

bayangkan ketika emosi senang atau gembira yang digunakan saat melawan penjajah apa yang terjadi?

Mungkin pada saat bertemu dengan musuh wajah prajurit indonesia tampak gembira dan tersenyum sambil berkata “tak cucuk ya,, nyusss nyusss”

Dan sebaliknya ketika diacara Pemakaman wajah kita tampak bahagia wajah tersenyum lebar apa yang terjadi.,?

Seorang peserta ada yang kembali bertanya “ketika saya marah justru bukan membawa kebaikan justru malah memperburuk keadaan, jadi gimana pak?”

Dan sayapun kembali menjelaskan (bukan curhat) diwaktu pagi ketika saya mendapatkan pesan yang tidak mengenakkan yang membuat saya “marah”.

Lantas apa yang saya lakukan :
Jika saya maki org yang memaki saya apa yg terjadi? Apakah saya merasa lebih baik bisa ya bisa tidak

Jika saya pukul apakah menjadi lebih baik,,? justru malah sebalik bahkan saya bisa diadukan kepolisi.

Saya mulai bertanya kepada diri saya “apa yang harus saya lakukan agar merasa lebih baik, menjadi lebih baik dan di ridhoi Allah.

Sehingga dengan pertanyaan ini saya mengambil tindakan yang membuat saya merasa lebih baik, menjadi lebih baik dan diridhoi Allah.

Dan saya mengambil tindakan meminta maaf kepadanya karena saya tau bahwa saya seorang manusia yg tak luput kesalahan yang mungkin tanpa sengaja saya lakukan.

Dan apa yang terjadi,,?
Orang tersebut jadi curhat kepada saya dan mengatakan kepada saya bahwa saya tidak ada salah kepadanya dan sebenarnya yang terjadi adalah ia tidak bisa mengontrol emosi dirinya sehingga hasil tindakan dari kemarahaannya tersebut berdampak terhadap orang banyak

Kembali lagi “marah” adalah sesuatu hal yang wajar namun tindakan apa yang anda ambil menentukan apakah anda merasa lebih baik, menjadi lebih baik dan diridhoi Allah

Lantas bagaimana kejadiannya 5 tahun yang lalu., Emosi atau perasaan marah., takut., kecewa dan sebagainya itu masih ada sampai sekarang.,?

Itu adalah Emosi tidak pada tempatnya., kita akan lanjutkan di Artikel berikutnya dan cara mengatasinya ^_^

 

SALAM MERDEKA….!

Prasti Surya, CHt, CI

 

Info Seminar dan Pelatihan KLIK DISINI

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s